Sunday, 29 November 2015

Rindu, dibuang Sayang

Lewat senja sore syahdu, 
kutitipkan banyak rindu 
kepada dia kepunyaan rindu..
Dan bersamaan senja jingganya, tak terkira tersampaikan dengan harapan..
Indah dan nikmat dikatakan rindu,
Sedih tak terkira dirasakan rindu,
Hey, kamu pemilik rindu,
Tujuan rindu mengalahkan batas dan waktu,
Aku disini membisu dengan rindu,
Untukmu terkasih penuh rindu,
Oh sayang aku rindu
Dan apakah tahu wahai rindu
Terkadang hati pilu
Dalam kerinduang yang menggebu
Duhai cinta aku rindu

Saturday, 28 November 2015

Apalah arti jika tak ada

Selamat rembang petang wahai hati yang selalu berusaha baik-baik saja,
Tak apa sesekali kamu menyimpan semua ketidakbenaran itu,
Tak apa selagi orang lain tak tersakiti,
Tetaplah berjiwa besar,
Tetaplah seperti dengan senyum manismu walaupun biasnya terlihat menyedihkan,
Bukankah lebih penting kebahagian orang-orang yang kau cintai?
Bukankah itu juga bahagimu?
Memangnya sanggup kau mengorbankan kebahagian mereka untukmu, sementara keegoisan tak mampu menciummu walaupun hanya sepintas?
Hahaha terlalu banyak sayang, sehingga tak tahu dibagian mana lagi kekosongan yang tak ysah terisi.
Begitulah kamu.
Tak usahlah khawatir dengan itu.
Tahukah kau, memang sebagian diciptakan harus seperti itu,
Tak sanggup melawan keegoisan, walaupun dia tahu dia bisa, hanya saja tetap tak sanggup.

Jingganya Senja

Jingganya senja seperti saya
Jingganya senja menunggu saya
Balik keperaduan layaknya saya
Menjalani hidup hampir seharian
Harusnya seperti senja yang selalu menyisakan keindahan
Mau itu seharian hujan ataupun panas
Walaupun berakhir dengan mendung tipis, kelabu karena hujan ataupun jingga yang sempurna.
Mengapa kamu tak seperti senja?
Tak bisa sedikit saja seperti senja?
Dan terkadang karena kamu harus terus berjuang
Karena hidup itu sendiri adalah perjuangan
Namun, tahukah kamu bahwa selalu diberi kesempatan untuk menafakuri apa yang sebenarnya telah terjadi?
Bukan untuk mengembalikkan apa yang sudah terjadi, karena itu tidaklah mungkin,
Tapi lebih kepada mempelajari apa yang telah terjadi.

Seperti Senja
Meredup seiring terbenamnya sumber kehidupan
Selalu  ada esok dan esoknya tak pernah lelah
Walaupun terbenam hari kemarin dengan mendung tipis
Tetap seperti kemarin yang selalu terbenam menampakkan keeksotikannya
Tak penting terbenam dengan mendung tipis, kelabu berkepanjangngan
Namun selalu mengakhiri seharian ini dengan jingganya langit merah senja
Begitu cantik, dengan hasil akhir yang menakjubkan
Ya Begitulah senja
seperti saya dibalik jingganya senja

Tak mungkin tak jatuh cinta