Kala sore menyingsing menyisakan jingga
Dirembang petang senja menjelma
Saat mata Tuhan kembali ke peraduan
Dan hati ini tertegun
Acapkali ku dibuat tarkesima
Selalu tidak bisa biasa saja
Walau sudah terbiasa dengan jingganya senja
Seperti kali ini kembali menganga
Wahai senja pemilik petang
Seperti engkau pemilik jiwa tenang
Senja kau candu
Seperti kau juga candu
Rindu ini candu
Kau tahu senja warnamu jingga?
Seperti kamu senja dan aku jingga,
Layak magic menghipnotis tiap susana,
Seperti cinta menghipnotis segala rasa
Kembali senjamu ke peraduan malam
Memberi harapan bahwa tak perlu takut kelam
Kau senja jinggamu barjanji
Bahwa kelam tak selamanya tersakiti
Dan kamu senja aku jingga
Terpatrikah dijiwa?
Aku jingga kamu senja
Adakah rasa?
Hey senja jingga
Asa ini terjaga
Satu titik dimana putihnya awan, birunya langit dan hijaunya bukit berbaur
Menciptakn harmoni indah tersaur
Bukankah satu itu jenuh? Sendirian itu keluh?
Bukankah berdua itu seru, karena dengan rindu itu hanya dengan bertemu
Senja kamu aku rindu
Karena senja kamu
Dan akupun masih rindu
Berjanjilah kamu
Rindu itu hanya jika bertemu
Seperti senja kala syahdu
Bertemu jingga berpadu


No comments:
Post a Comment
Harap menggunakan kata-kata yang sopan yah, karena kita semua berpendidikan